RSS
Galeri

Tren Belanja Makanan 2012

06 Jan

Phil Lempert, seorang Editor Trend Makanan untuk acara Today di NBC sejak 1991 dan dikenal sebagai “Supermarket Guru” memberikan prediksi untuk tahun depan. Dia juga bekerja di salah satu persahaan makanan terbesar, Omaha ConAgra Foods Inc di Amerika Serikat yang bertugas menganalisa dan mempersiapkan bahan makanan perusahaan untuk mengetahui trend dunia makanan.

Lempert telah bekerja sebagai analis pasar dan perilaku konsumen selama lebih dari 25 tahun. Pada bulan Agustus orang-orang mengkonsumsi telur besar-besaran, dan ia menyarankan pada ConAgrauntuk memberitahukan konsumen tentang cara aman mengkonsumsi telur.

Pada tahun 2011, harga makanan melambung karena pasar komoditas global dihentikan. Konsumen dibuat lebih sering belanja ke toko kelontong dan lebih banyak orang yang menyiapkan makanan dirumah dan tidak makan di restoran.

Berikut ini 9 trend gaya belanja makanan yang diprediksi Lempert untuk tahun 2012 terjadi di Amerika dan mungkin terjadi di dunia :

Harga Makanan Naik
Karena harga bahan makanan semakin mahal, pembeli dapat berbelanja ditoko makanan nontradisional dan pembeli juga akan membeli secara grosir agar harganya lebih murah.

Konsumsi Gula dan Garam Menurun
Dalam beberapa tahun terakhir, produsen makanan meluncurkan produk makanan rendah natrium untuk memenuhi permintaan konsumen yang lebih sadar akan kesehatan. Sirup jagung juga telah banyak diproduksi untuk menggantikan gula biasa.
“Pada tahun 2012, penggunaan gula akan berkurang di hampir semua produk, sebagai produsen perusahaannya akan mengeluarkan produk-produk yang rendah gula. Trend bisa mengubah selera masyarakat, mereka akan mencari makanan yang berbumbu rempah-rempah asli bukan hanya berbumbu garam dan gula,” ujar Lempert.

Penyediaan Bahan Makanan Segar
Sekitar 76 juta orang Amerika yang berusia 65 usia yang paling mempengaruhi persentase pembelian makanan. Lempert mengatakan “berharap toko kelontong akan memenuhi kebutuhan mereka, seperti penyediaan bahan makanan segar untuk mereka.

Sistem Pembayaran
Jika berbelanja di pasar grosir atau toko kelontong akan menghemat biaya belanja karena dapat menghindari biaya-biaya tansaksi.

Petani Menjadi Sorotan
Konsumen semakin ingin tahu dari mana makanan mereka berasal. Para petani sudah mulai memberitahu pengetahuan dan keahlian mereka melalui media sosial, dan mereka akan menjadi selebriti pangan di tahun 2012.

Truk Makanan
Truk makanan akan melayani konsumen dengan tarif yang beda, lokasinya tersebar diseluruh kota dan begitu populer dibeberapa kota. Tetapi truk makanan mulai dibatasi operasinya. Lempert mengatakan “Beberapa perusahaan makanan akan berkerjasama dengan perusahaan truk makanan untuk menawarkan makanan pada pelanggan.”

Laki-laki Berbelanja dan Memasak
Boston College Center melakukan penelitian Kerja dan Keluarga, bahwa peran ayah kini tak hanya sebagai pencari nafkah tapi saat ini seorang ayah juga berperan sebagai pengasuh. Selain itu Biro Tenaga Kerja Statistik menemukna bahwa 41 persen pria sekarang berkuasa dalam menyiapkan makanan untuk keluarganya.

Penawaran Makanan Murah
Pada tahun 2012 restoran yang menyajikan makanan cepat saji akan menawarkan diskon. Penawaran diskon di restoran tergantung pada beberapa banyak pengunjung. “Jika pengunjungnya banyak maka semakin banyak diskon yang diberikan”, ujar Lempert.

Kualitas Makanan
Biasanya konsumen tidak menyukai produk yang sudah dikit berada di rak-rak toko. Konsumen lebih menyukai produk yang tersusun banyak, rasa dan bau yang segar. Produk yang diletakkan di rak-rak toko dalam jumlah yang dikit bukan berarti itu produk yang sudah lama.  (sumber : Detik Food.com/ff)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 6, 2012 in Food News

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: